Kamis, 28 November 2013

LUKISAN PERTANIAN

Sedikit bersantai dengan menikmati lukisan-lukisan bertemakan pertanian, semoga sedikit terhibur ^_^







sumber: lukisan28

ALAT DAN MESIN PERTANIAN CIPTAAN MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN, UNIVERSITAS SYIAH KUALA, PART II

Setelah sekian lama mengumpulkan materi, akhirnya saya ingin menampilkan lagi alat dan mesin pertanian yang diciptakan oleh pemikir-pemikir jenius dari Jurusan Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala. Bagi yang ketinggalan pos pertama tentang alat dan mesin pertanian ciptaan mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala bisa di lihat DISINI.

Menurut pendapat saya, alat dan mesin pertanian (alsintan) ini sudah sangat cukup bermanfaat bagi masyarakat, namun sayangnya, kebijakan dari akademik Fakultas Pertanian UNSYIAH yang tidak mempublikasikan dan mencari mitra kerjasama dengan pihak pemerintah/swasta agar alsintan yang sudah di ciptakan ini bisa di manfaatkan oleh masyarakat aceh khususnya dan indonesia umumnya. Padahal butuh waktu lama dan tenaga yang tidak sedikit bagi mahasiswa dalam menciptakan satu alsintan ini, namun manfaat bagi masyarakat cuma hanya tertulis di skripsi saja.

1. Mesin Sortasi Biji Kakao

2. Alat Pembuat Asap Cair

3. Mesin Pencacah Kompos

4. Mesin Penebar Pakan Ikan

Senin, 26 Agustus 2013

PASCA PANEN KEDELAI


Kedelai banyak ditanam oleh petani Indonesia karena merupakan bahan makanan penting yaitu sebagai sumber protein nabati. Kedelai dapat diolah menjadi tempe, tahu, kecap, tauco, susu kedelai, tepung kedelai, dan lain-lain. Disamping itu kedelai juga bisa digunakan sebagai makanan ternak dalam bentuk tepung kedelai, bungkil kedelai dan ampas tahu. Selama ini, penanganan pasca panen kedelai belum banyak mendapat perhatian sehingga kehilangan hasil sebagai susut tercecer masih tinggi dan mutu hasil masih rendah, untuk itu perlu penanganan pasca panen yang baik sehingga dapat mempertahankan potensi kuantitas dan kualitas hasil.

Penanganan pasca panen kedelai meliputi serangkaian kegiatan yaitu penentuan saat panen, teknik pemanenan, pengeringan brangkasan, perontokan/pembijian, pembersihan biji, pengeringan biji, pengemasan dan penyimpanan.

Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah mulai kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. Perlu diperhatikan perbedaan usia pemetikan kedelai untuk bahan konsumsi dan untuk benih. Sebagai bahan konsumsi, kedelai dapat dipetik pada usia 75 hari, dan untuk benih pada umur 100-110 hari (tergantung varietasnya).

Penentuan saat panen merupakan tahap awal yang sangat penting dari seluruh rangkaian kegiatan penanganan pasca panen kedelai karena berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas hasil panennya. Pemanenan yang terlalu awal, memberikan hasil panen dengan jumlah butir muda yang tinggi sehingga kualitas biji dan daya simpannya rendah. Sedangkan pemanenan yang terlambat mengakibatkan penurunan kualitas dan peningkatan kehilangan hasil sebagai akibat pengaruh cuaca yang tidak menguntungkan maupun serangan hama dan penyakit pada lahan.

Penentuan saat panen kedelai juga dapat dilakukan berdasarkan :
(1) deskripsi varietas kedelai;
(2) kadar air yang diukur dengan alat ukur kadar air (Moisture Tester);
(3) kenampakan fisik. Secara visual umur panen yang tepat ditandai dengan :
- Daun berwarna kuning dan rontok;
- Batang telah kering;
- Polong kering, berwarna coklat dan pecah.

Pemanenan kedelai sebaiknya dilakukan pada kadar air rendah (17%-20%), karena mempunyai beberapa keuntungan yaitu sebagai berikut : (1)rantai kegiatan penanganan pasca panen lebih pendek sehingga menghemat waktu, tenaga dan biaya; (2) jumlah susut pasca panen keseluruhan yang mungkin terjadi lebih rendah dari pemanenan pada kadar air tinggi yaitu susut panen pada kadar air rendah mencapai 6%, sedangkan pada kadar air tinggi dapat mencapai 13%.
Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan, agar hasilnya segera dapat dijemur.

Kedelai dipanen dengan dua cara yaitu (1) dengan cara mencabut, perlu diperhatikan keadaan tanahnya yaitu ringan dan berpasir dengan memegang batang pokok, tangan dalam posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pencabutan harus hati-hati karena kedelai yang tua mudah rontok. Pada dasarnya panen dengan cara mencabut tidak dianjurkan, karena butil akar yang mengandung rezobium ikut terbuang; (2) dengan cara memotong, yaitu menggunakan sabit yang tajam agar pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. Cara ini juga bisa meningkatkan kesuburan tanah karena akar dengan bintil-bintil menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut.

Ada lima tahapan penanganan pasca panen kedelai yaitu:
1.      Pengeringan Brangkasan. Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen segera dijemur, tidak ditunda terlalu lama. Dalam proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara alami dan menggunakan para-para. Pengeringan secara alami brangkasan kedelai dijemur langsung di bawah sinar matahari. Dapat dilakukan dengan dijemur diatas tikar, anyaman bambu, atau menggunakan alas plastik, sebaiknya dipilih yang berwarna gelap/hitam untuk mempercepat pengeringan.

Pengeringan dilakukan selama 3-7 hari bila cuacanya baik, semua buah yang masih menempel pada batang diusahakan di jemur di tempat penjemuran. Agar kedelai kering sempurna, pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali, hal ini menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan biji terlepas dari polongnya. Sedangkan biji kedelai yang digunakan untuk benih dijemur secara terpisah. Penjemuran dilakukan sampai kadar air 10% – 15% dan di pagi hari pukul 10.00 sampai 12.00 siang.

Brangkasan kedelai yang baru dipanen tidak boleh ditumpuk dalam timbunan besar, terutama pada musim hujan, untuk mencegah kerusakan biji karena kelembaban yang tinggi. Pengeringan dengan para-para dilakukan terutama bila panenan dilaksanakan waktu musim hujan. Para-para dibuat bertingkat, kemudian brangkasan kedelai ditebar merata di atas para-para tersebut. Dari bawah dialirkan udara panas dengan cara membakar sekam, untuk menurunkan kadar air. Brangkasan dianggap cukup kering bila kadar airnya telah mencapai kurang lebih 18%.

2.      Perontokan/pembijian. Ada beberapa cara memisahkan biji dari kulit polongan yaitu dengan cara:
a.       memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu/karet ban dalam sepeda/ kain untuk menghindarkan terjadinya biji pecah,
b.      brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung atau dihamparkan dengan tebal 20 cm,
c.       menggunakan alat mekanis (power thresher) yang biasa digunakan untuk merontokkan padi. Pada waktu perontokan dikurangi hingga mencapai kurang lebih 400 rpm. Brangkasan kedelai yang dirontokkan dengan alat ini hendaknya tidak terlalu basah. Kadar air yang tinggi dapat mengakibatkan biji rusak dan peralatan tidak dapat bekerja dengan baik. Setelah biji terpisah, brangkasan disingkirkan.

3.      Pembersihan biji kedelai. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya. Biji yang luka dan keriput dipisahkan. Pembersihan juga bisa dilakukan dengan menggunakan mesin pembersih (winower), mesin ini merupakan kombinasi antara ayakan dengan blower.

4.      Pengeringan biji kedelai. Biji yang bersih selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnnya 9% – 11%.

5.  Pengemasan, dan penyimpanan. Biji yang kering lalu disimpan dalam wadah yang bebas hama dan penyakit. Sebagai tanaman pangan, kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung goni/plastik. Karung yang digunakan harus diberi label berupa tulisan yang dapat menjelaskan tentang produk yang dikemas.

Karung-karung ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama, maka setiap 2 – 3 bulan sekali harus dijemur sampai kadar airnya sekitar 9% – 11%. Apabila diangkut pada jarak jauh, hendaknya dipilih jenis wadah/kemasan yang kuat. Tempat penyimpanan haruslah teduh, kering dan bebas hama atau penyakit. Biji kedelai yang akan disimpan sebaiknya mempunyai kadar air 9 – 14 %.


MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN TRAKTOR RODA EMPAT


Sebagian besar, traktor roda empat menggunakan motor diesel sebagai tenaga penggerak dan dihidupkan dengan motor stater. Sebelum traktor dihidupkan, harus diperiksa terlebih dahulu, sehingga traktor siap untuk dioperasikan. Kran bahan bakar dalam posisi “OPEN”. Rem terkunci. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penting dalam menghidupkan dan mematikan traktor roda empat, beserta tujuannya.

I.          Menghidupkan traktor roda empat
1.    Naik ke traktor dengan posisi maju, karena sekalian melihat bagian pengendali. Hati -hati tidak boleh menyentuh bagian pengendali, baik tangan maupun kaki.
2.    Duduklah yang baik di tempat duduk, karena seluruh anggota badan, diperlukan untuk mengendalikan traktor.
3.   Semua saklar diposisikan “OFF”, untuk menghemat strom accu pada saat kunci kontak pada posisi “ON”
4.   Semua tuas dan pedal netral. Sehingga pada saat traktor dihidupkan, seluruh peralatan traktor tidak berjalan.
5.      Masukkan kunci kontak dan putar ke kanan ke arah “ON”
6.      Lihat, apakah lampu indikator pengisian accu dan indicator sirkulasi oli pelumas menyala.
7.   Putar kunci kontak ke kanan ke arah “PREHEAT” selama kurang lebih 10 – 20 detik. Atau sampai indikator pemanas mesin berpijar, sebagai tanda ruang pembakaran sudah cukup panas. Dengan panasnya ruang pembakaran, akan mempermudah terjadinya proses pembakaran.
8.      Injak penuh pedal kopling, untuk menjaga agar traktor tidak berjalan pada saat distater.
9.      Geser tuas gas pada posisi “START” atau gas tinggi
10. Putar kunci kontak ke kanan penuh ke arah “START”, sehingga motor stater akan memutar motor penggerak.
11.  Setelah motor hidup, segera lepaskan kunci kontak, sehingga kunci kontak secara otomatis kembali ke posisi “ON”. Untuk mematikan motor stater
12.  Setelah motor hidup, lampu indikator pengisian accu dan indikator sirkulasi oli pelumas mati.
13.  Kecilkan posisi gas ke idle
14.  Lepaskan pedal kopling pelan-pelan

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat menghidupkan traktor roda empat :
1.  Pada saat accu lemah, sebelum memutar kunci kontak ke kanan, ke posisi “START”, tarik tuas dekompresi, sehingga putaran motor lebih ringan. Setelah motor berputar dengan cepat selama 3– 5 detik, doronglah tombol dekompresi, untuk menghasilkan tekanan kembali
2.     Bila motor tidak hidup selama 10 detik, putarlah kunci kontak pada posisi “ON” kembali. Tunggu sekitar 20 detik untuk mendinginkan motor stater. Ulangi langkah menghidupkan. Melakukan stater yang terlalu lama akan merusak motor stater.
3.    Biarkan motor berputar tanpa beban (idle) selama beberapa saat. Jangan memberikan beban berat begitu motor hidup.
4.    Untuk menjaga keamanan, jangan menghidupkan traktor di dalam ruangan yang sirkulasi udaranya kurang baik.

II.       Mematikan traktor roda empat
1.      Lepaskan beban motor
2.      Kecilkan gas pada posisi “idle” atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan, selama 1 menit.
3.      Netralkan seluruh bagian pengendali, tuas hidrolik pada posisi turun.
4.   Geser tuas gas pada posisi “stop”, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
5.      Setelah motor mati, putar kunci kontak ke posisi “OFF”, lalu cabut
6.      Pasang pengunci rem sebelum meningalkan traktor.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat mematikan traktor roda empat
1.      Gas tidak perlu dinaik-turunkan sebelum dimatikan
2.      Jangan tergesa-gesa dalam mematikan motor
3.      Tidak boleh mematikan traktor dengan tuas dekompresi
4.      Sebelum meninggalkan traktor, semua tuas dalam kondisi netral
5.      Pada saat turun, posisinya mundur, tidak boleh menyentuh bagian pengendali

CARA PENGOLAHAN SIMPLISIA TEMULAWAK


Temulawak (Curcuma xanthorriza) merupakan tanaman dli Indonesia yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan industri jamu disamping merupakan salah satu tanaman ekspor yang cukup potensial.
Komponen utama kandungan zat yang terdapat dalam rimpang temulawak adalah zat kuning  yang di sebut "kurkumin", dan juga protein, pati, serta zat - zat minyak atsiri.
Kegunaan temulawak cukup banyak bagi pengobatan berbagai penyakit, diantaranya adalah sebagai pembersih darah, obat sakit kuning (gangguan hati/liver), demam malaria, sembelit, pemberantas bau badan, dan memperbanyak ASI.

PENGOLAHAN SIMPLISIA TEMULAWAK
Agar diperoleh simplisia temulawak yang berkualitas dengan kandungan senyawa aktif yang tinggi don stabil, maka diperlukan langkah-langkah penanganan dan pengelolaan pasca panen yang benar dan baik.

1.      Pemanenan
Waktu panen ditandai oleh berakhirnya pertumbuhan vegetatif, pada keadaan ini rimpang telah berukuran optimal dan umur di lahan antara 9 - 10 bulan. Ciri tanaman yang siap panen adalah memiliki daun-daun yang telah menguning dan mengering.

Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang menggunakan garpu/cangkul secara hati-hati agar tidak terluka/rusak. Tanah yang menempel pada rimpang dibersihkan dengan cara dipukul pelan-pelan hingga tanah terlepas dari rimpang. Kemudian daun-daun dan batang dibuang.

2.      Pencucian
Rimpang direndam dalam bak pencucian selama 2 – 3 jam. Selanjutnya  rimpang dicuci sambil disortasi. Setelah bersih rimpang segera ditiriskan dalam rak - rak peniris selama 1 hari. Penirisan sebaiknya dilakukan di dalam ruangan atau di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

3.      Perajangan
Perajangan dapat menggunakan mesin ataupun perajang manual. Arah irisan melintang agar sel-sel yang mengandung minyak atsiri tidak pecah dan kadarnya tidak menurun akibat penguapan. Tebal irisan rimpang antara 4 - 6 mm. Untuk mendapatkan warna dan kualitas rimpang yang bagus, setelah perajangan rimpang diuapi dengan uap panas atau dicelup dalam air mendidih selama 1 jam sebelum dikeringkan.

4.      Pengeringan
Pengeringan dilakukan dengan mesin, selain lebih cepat juga hasilnya lebih berkualitas. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengeringan dengan mengunakan mesin adalah suhu pengeringan yang tepat. Untuk rimpang temulawak digunakan suhu pengeringan antara 40 - 60 oC. Dengan suhu tersebut waktu pengeringan yang diperlukan antara 3 - 4 hari.

5.      Pengemasan
Setelah rimpang mencapai derajat kekeringan yang diinginkan, selanjutnya dapat segera dikemas untuk menghindari penyerapan kembali uap air oleh rimpang. Pengemasan hendaknya dilakukan dengan hati-hati agar rimpang tidak hancur. Seterusnya simplisia dapat segera disimpan atau diangkut ke pasar.

6.      Penyimpanan
Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab, suhu tidak melebihi 30 oC, memiliki ventilasi yang baik, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas simplisia, memiliki penerangan yang cukup (terhindar dari sinar matahari langsung), serta bersih dan bebas dari hama gudang.

Minyak atsiri dalam simplisia temulawak mengandung siklo isoren, mirsen, d-kamfer, P-tolil metikarbinol, zat warna kurkumin. Kandungan kurkumin dalam rimpang temulawak berkisar antara 1,6% - 2,22% dihitung berdasarkan berat kering.

PERSYARATAN MUTU SIMPLISIA TEMULAWAK
Berdasar Ketetapan MMI (Materia Medika Indonesia)
  • Kadar abu 4,4%
  • Kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,74%
  • Kadar sari yang larut dalam air 8,9%
  • Kadar sari yang larut dalam etanol 3,5%
  • Bahan organikosing 2%
SYARAT TEMULAWAK KERING UNTUK EKSPOR

  • Warna: kuning jingga sampai coklat kuning jingga
  • Aroma: khas wangi aromatic
  • Rasa: mirip rempah-rempah dan agak pahit
  • Kelembaban: maksimum 12%
  • Abu: 3 % sampai 7%
  • Pasir kasar: 1%
  • Kadar minyak atsiri minimum 5%

MENGENALAN JENIS – JENIS TANAMAN SEMANGKA


Semangka (Citrullus vulgaris Schard) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup penting di daerah tropik bahkan di daerah sub tropik karena tanaman semangka dapat memberikan keuntungan yang cukup besar. Menurut asal usulnya, tanaman semangka konon berasal dari Gurun Kalahari di Afrika, kemudian menyebar ke segala penjuru dunia, terutama di daerah tropis dan sub tropis mulai dari Jepang, Cina, Taiwan, Thailand, India, Jerman, Belanda bahkan Amerika.

Kualitas buah semangka yang baik adalah buah dengan penampilan yang menarik disertai dengan kandungan gula yang tinggi. Semangka diyakini mengandung suatu senyawa yang cukup efektif dalam membunuh sel-sel kanker. Semangka juga mengandung suatu zat tertentu yang mampu meningkatkan aktivitas fungsi sel darah putih sehingga meningkatkan sistem kekebalan. Semangka memiliki beberapa jenis varietas seperti :

     1.      Reddi 227
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Umur mulai panen 62 HST.
  • Bentuk buah lonjong.
  • Warna kulit buah tua hijau dengan garis-garis hijau tua.
  • Ketebalan kulit buah 1,3 cm.
  • Warna daging buah merah tua.
  • Tekstur daging buah lunak.
  • Kadar gula 110 Brix.
  • Jumlah buah per tanaman 1.
  • Berat per buah 7,3 kg.
  • Potensi hasil 35 ton buah segar per hektar.
  • Daya simpan 13 hari dan cocok untuk daerah ketinggian 0 - 500 meter dpl.
     2.      Varietas Metal 206
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Umur mulai panen 60 HST
  • Bentuk buah lonjong.
  • Warna kulit buah tua hijau dengan garis - garis hijau tua.
  • Ketebalan kulit buah 1,3 cm.
  • Warna daging buah merah.
  • Kadar gula 110 Brix.
  • Jumlah buah per tanaman
  • Berat per buah 6 - 8 kg.
  • Potensi hasil 30 - 35 ton buah segar per hektar.
  • Daya simpan 15 hari dan cocok untuk daerah ketinggian 0 - 500 meter dpl.
     3.      Varietas Red Top 2.12
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Umur mulai panen 60 HST
  • Bentuk buah bulat.
  • Warna kulit buah tua hijau dengan garis-garis hijau tua.
  • Ketebalan kulit buah 1,3 cm.
  • Warna daging buah merah tua.
  • Tekstur daging buah lunak.
  • Kadar gula 11o Brix.
  • Jumlah buah per tanaman 1
  • Berat per buah 6 - 8 kg.
  • Potensi hasil 30 - 35 ton buah segar    per hektar.
  • Daya simpan 15 hari dan cocok untuk daerah ketinggian 0 - 500 meter dpl.
     4.      Pariefas Good Quafity
  • Golongan semangka hibrida non biji.
  • Umur mulai panen 60 HST
  • Bentuk buah bulat.
  • Warna kulit buah tua hijau dengar
  • lorek garis hijau tua.
  • Ketebalan kulit buah 2 cm.
  • Warna daging buah merah tua.
  • Kadar gula 140 Brix.
  • Jumlah buah per tanaman 2.
  • Berat per buah ± 7 kg.
  • Potensi hasil 35 ton buah segar per hektar.    
  • Cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian 5 - 900 meter dpl, dengan suhu antara 19 - 340 C.
     5.      Varietas New Dragon
  • Semangka berdaging buah merah.
  • Golongan semangka hibrida biji.
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Bentuk buah bulat panjang.
  • Berat buah sekitar 9 kg.
  • Kulit buah tipis tapi ulet, berwarna hijau muda, dengan garis-garis hijau tua.
  • Tahan terhadap penyakit layu Fusarium.
  • Buah tidak mudah pecah sehingga tahan untuk pengangkutan jarak jauh.
  • Dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
  • Umur panen 76 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 110 Brix.
  • Daging buah berwama merah merata.
  • Tekstur buah lembut.
  • Biji berwama coklat tua.
  • Percabangan tanaman melebar sehingga membutuhkan bedengan berukuran lebar.
     6.      China Dragon
  • Asal benih dari Known You Seed
  • Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida biji.
  • Bentuk buah bulat panjang.
  • Berat buah sekitar 12 kg.
  • Kulit berwama hijau muda atau hijau tua, bergaris hijau gelap.
  • Percabangan tanaman pendek, sehingga dapat ditanam pada bedengan berukuran sedang.
  • Tahan terhadap penyakit layu Fusarium dan antraknosa.
  • Umur panen 80 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 120 Brix.
  • Daging buah berwarna merah.
  • Tekstur buah halus, banyak mengandung air.
  • Bijinya kecil berwama hitam-kecoklat coklatan.
  • Kulit buah tidak begitu tahan terhadap sentuhan yang keras.
  • Kurang tahan pengangkutan jarak jauh.
     7.      Flower Dragon
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Bentuk buah bulat tinggi.
  • Berat buah 10 kg.
  • Kulit buah berwarna hijau muda bergaris-garis hijau tua.
  • Keunggulan : produktif, tahan penyimpanan dan pengangkutan.
  • Umur panen 78 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 110 Brix.
  • Daging buah berwarna merah, bertekstur halus.
  • Warna kulit dan bentuk buah menyerupai semangka jenis triploid, hingga terkadang ditolak pedagang penampung untuk menghindari kekeliruan.
     8.      Grand Baby
  • Asal benih dari Known You Seed Factor (Taiwan).
  • Bentuk buah bulat.
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Berat buah 7 kg.
  • Kulit buah berwarna hijau tua.
  • Daya produksi tinggi, tidak mudah retak, tahan pengangkutan.
  • Umur panen 78 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 120 Brix.
  • Daging buah berwarna merah, tidak berongga.
  • Biji buah berukuran kecil berwarna coklat.
  • Ukuran maksimum buah relatif kecil bila dibandingkan dengan ukuran buah jenis lain dalam kelasnya.  
     9.      Golden summer
  • Asal benih dari Takada Seed Factory (Jepang).
  • Bentuk buah bulat.
  • Berat maksimum 10 kg.
  • Kulit buah berwama hijau keruh dengan garis-garis hijau gelap.
  • Produksi buah tinggi.
  • Umur panen 72 hari setelah bibit ditanam.
  • Buah kurang tahan disimpan dalam    waktu lama.
  • Sosok tanaman kurang tahan terhadap kelebihan air.
     10.  Yellow Baby
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida berbiji. Bentuk buah bulat tinggi.
  • Berat maksimum 6 kg.
  • Kulit buah berwama hijau muda bergaris-garis hijau tua.
  • Produksi buah tinggi, berumur pendek, dapat ditanam pada areal yang sempit.
  • Umur panen 75 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 11 - 130 Brix.
  • Ukuran buah relatif kecil bila dibandingkan dengan varietas lain yang sekelas.
     11.  Quality
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida tidak berbiji.
  • Bentuk buah bulat.
  • Berat maksimum 15 kg.
  • Produksi buah tinggi.
  • Tahan dalam penyimpanan dan pengangkutan.
  • Umur panen 82 hari setelah bibit ditanam.
  • Ukuran buah tidak seragam, karena keluarnya bunga tidak serempak.
     12.  Fengshan No. .1
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida tidak berbiji.
  • Bentuk buah bulat.
  • Berat maksimum 12 kg.
  • Kulit buah hijau tua, samar-samar berbercak tak beraturan.
  • Kulit buah keras, tahan diangkut dan disimpan.
  • Sosok tanaman kekar dan daunnya lebar.
  • Umur panen 85 hari setelah bibit ditanam.
  • Benih terkadang sukar dikecambahkan. Hanya cocok ditanam pada areal yang tanahnya mengandung tanah liat.
  • Umur tanaman relatif panjang dibandingkan dengan varietas lain yang sekelas.
     13.  Varietas F1 Hibrida S111 (CHAMPION)
  • Pengembangan dari Quality 126.
  • Buah 7,4-8 kg/buah, manis, kadar gula 121 Brix, renyah, kulit tipis tak mudah pecah.
  • Tahan CMV, daya adaptasi luas.
  • Tahan pengangkutan jarak jauh.
  • Benih lebih kecil, pertumbuhan awal lebih cepat.
  • Sudah banyak dibudidayakan di Indonesia.
     14.  Varietas F1 Hibrida 5107 (PRETTY ORCHID)
  • Pertumbuhan kuat, adaptasi luas
  • Golongan semangka hibrida tidak berbiji.
  • Buah bulat tinggi, 6-8 kg, mutu bagus, manis, kadar gula 11-13o Brix.
  • Tahan pengangkutan jarak jauh.
  • Telah banyak dibudidayakan di Jawa.
     15.  F1 Hibrida S115 (JELITA)
  • Pertumbuhan kuat, adaptasi luas.
  • Buah bulat, 6-8 kg, mutu bagus, manis, kadar gula 11-13o Brix.
  • Tidak mudah pecah, tahan pengangkutan panjang.
  • Telah banyak dibudidayakan di Jawa.
     16.  F1 Hibrida 113 (FARMERS WONDERFUL)
  • Jenis unggul Crimson Sweet yang baru.
  • Buah 6-8 kg, renyah & manis, kadar  gula 11-130 Brix.
  • Tahan layu Fusarium, Antraknosa &  virus.
  • Pembuahan mudah.
     17.  Varietas F1 Hibrida S108 (HITAM MANIS)
  • Pelopor semangka mini di Indonesia.
  • Pertumbuhan kuat & cepat, adaptasi luas, penanaman mudah.
  • Buah 2-4 kg, sangat manis, kadar gula 12-14o Brix, rasa sangat renyah, kualitas buah superior.
  • Kulit tipis & kuat, tahan penyimpanan & pengangkutan panjang.
     18.  Fl Hibrida S112 (MAS KUNING)

  • Berat buah 2-5 kg.
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Cepat panen & berbuah banyak.
  • Tahan penyimpanan & pengangkutan panjang.